Suara adzan mulai terdengar di telingaku… Sementara aku masih sibuk mendengarkan pemateri itu, padahal ruangan yang aku tempati itu tepat di sebelah Masjid… Semua mata tak bergeming, juga tak tersadarkan oleh panggilan ad
zan itu…
Mata dan telinga ini telah terbius oleh kata-kata yang kami dengar dalam seminar itu…
Inilah kehebatan bius indahnya dunia yang bias membuat manusia hilang ingatan dan lupa akan tujuan mereka diciptakan… Apa mungkin ini wajar-wajar saja…??? Kerena seminar yang kami hadiri tentang peluang bisnis dan lowongan kerja yang bagus… Ah… Mungkin ini hanya perasaanku saja, gumamku dalam hati…
Namun hampir menjelang asar tiba semua orang diruangan ini tidak ada yang beranjak dari tempat duduknya, semua masih khusuk mendengar pemateri menerangkan cara kerja di bisnis itu, sesekali mereka tepuk tangan, tertawa, berteriak histeris dan berjingkrak-jingkrak… Aku mulai gelisah karena suara tarhim (pujian-pujian sebum masuk waktu sholat) aku dengar jelas di telingaku, dengan langkah teratur tapi berjalan mundur aku meninggalkan tempat itu namun aku ter kejut saat ada seseorang memanggilku “Mau keman Udin...?” teman yang mengajak aku datang ke seminar ini bertanya “aku mau sholat dulu nich…” jawabku, sambil berlalu meninggalkannya…
Sesampainya di Masjid aku ambil air wudu dulu, kusucikan muka, tangan, kepala dan kakiku karena aku ingin suci tubuhku saat aku menghadapNya…
“Allohu Akbar” aku memulai sholah dan mengahirinya dengan salam… Astagfirullah, selang beberapa menit aku membaca doa adzan Asar sudah dikumandangkan… Dan sholat Asar pun dimulai, selesai sholat aku duduk berdzikir sejenak… Tak lama kemudian aku mendengar seseorang penceramah mengucap salam dari atas mimbar itu, mungkin untuk mengisi kultum…
Subhanallah, aku terkejud tatkala penceramah tersebut mengucapkan “Kultum yang akan saya sampaikan pada kesempatan sore ini, tentang “Hubbud dunya”…” tegasnya lantang…
Besabda Rosululloh SAW: “Hubbud dunya ro’su kulli khoti’ah…” yang artinya, mencinta dunia adalah pangkal dari segala kesalahan… ujarnya dalam kultum itu… Aku dengarkan ceramah itu sampai selesai, namun tak semua bias aku rekam dalam benakku…
Seperti ini yang bias aku ingat: Cinta dunia adalah ujung dari segala bentuk perilaku menyimpang. Allah SWT berfirman, " ketahuilah, bahwa sesugguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan sesuatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megahan antara kamu serta berbangga-bangga dengan banyaknya harta dan ank, seperti hujan yang membuat para petani terkagum-kagum dengan tanaman-tanamannya,kemudai tanaman itu menjadai kering dan kamu lihat warnanya menguning lalu hancur. dan diakhirat kelak ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhoanNya. Dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu." (Al-Hadid[57];20)
Hal ini membuat beberapa orang shaleh dan bijak mendefinisikan kehidupan dalam beberapa gambaran :
a. Hidup adalah mimpi, layaknya bunga tidur
b. Nabi Nuh as. ketika mengecap hidup selama seribu tahun, orang - prang bertanya kepadanya , bagaimana Anda melihat hidup? Ia menjawab, " Hidup bagaikan rumah yang memiliki dua pintu, dimana aku masuk di satu pintu dan keluar lewat pintu yang lain.
c. Ketika orang sholeh dan bijak ditanya " Jelaskan kepada kami dunia itu!" Ia menjawab, "Dunia ibarat orang tua yang telah beruban dimana indera penerimanya dan penciumannya sudah tidak berfungsi dengan baik."
d. Dunia laksana pencuri bulukan dan ular berbintik-bintik.
Imam Ahmad berkata," Dunia ini memang ajaib. Ketika kita berada bersama anak-anak, tiba-tiba ia mampu memisahkan kita." Oleh karena itu, Al- Muntanabbi dalam syairnya menggungkapkan ,,,,
Dimanakah para penguasa yang berpengalaman
menimbun kekayaan, tapi tak ada yang abadi, kami maupun mereka
Dari semua menyesaki cakrawala dengan bala tentaranya
Hingga akhirnya ia dimakamkan dan diselubungi dengan dinding yang sempit
Konon katanya, sebelum khalifah Harun Ar-Rashid ajal datang menjemput,ia sempat mengatakan, " Siapkanlah satu pasukan untukku!" Tak lama kemudian, bawahannya menyiapkan pasukan dan para komandan. Kemudian ia keluar menemui pasukannya dan berujar, " Duhai Tuhan yang kerajaannya tak pernah hancur, rahmatilah orang-orang yang kerajaannya telah hancur." Dan selanjutnya, beliau meneruskan dengan memanjatkan doa,
" Ya ALLAH, sesungguhnya aku ini bukanlah orang yang baik, maka ampunilah diriku dan aku ini bukanlah orang yang kuat, maka berilah kemenangan. Ya Allah, terimalah diriku bersama hamba2 yang Engkau terima amal kebaikannya."
Lain halnya dengan khalifah Al-Wadid bin Abdul Malik,meronta -ronta diatas tanah sembari menangis pada saat sakaratul maut dan berkata " Hartaku sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku. Telah hilang kekuasaanku dariku" ( Al- Haqqah[69]: 28-29)
Cinta dunia adalah sikap hidup yang mampu memutuskan hubungan silahturahmi , orang-orang yang dicintai dan karib kerabat.
Cinta dunia adalah sikap yang menyebabkan manusia meninggalkan sholat jamaah, kajian ilmu dan mengingat ALLAH swt.
Cinta dunia adalah sikap yang mampu membuat hati menjadi keras dan menyia-yiakan waktu untuk maksiat. Dan jika tidak, maka dunia bagi anda hanya sebatas apa yang dimakan , lalu membusuk, apa yang anda sedekahkan, kemudian dibagikepada orang lain atau apa yang anda kenakan, lalu lenyap. Perlu diketahui seyakin-yakinnya, bahwa perkara terbaik yang anda persiapkan adalah amal sholeh. Kerna semua yang ada pasti akan musnah (mati), keculai bekal yang dipersiapkan oleh hamba untuk kehidupan akheratnya.
Begitulah ceramah kultum itu ku dengar, bergegas aku berdiri meninggalkan masjid itu… Ku lihat matahari mulai tergelincin ingin meninggalkan sore ini, senja indah sore ini melukiskan sejuta rasa dalam hati dan perasaanku… Burung berterbangan kesana kemari mencari jalan untuk pulang, mungkin sudah cukup baginya apa yang ia makan hari ini dan tak sedikitpun ia membawa makanan kesarangnya untuk hari esok…
Aku terdiam berfikir di ujung jalan itu, hatiku berbisik saat melihat burung-burung kecil itu “Begitu tawakal engkau pada Allah wahai burung kecil, aku tak bias seperti mu… Karena tak cukup bagiku beras berkarung-karung tumpuk digudang, padahal banyak orang yang kelaparan… Tak cukup bagiku uang jutaan kusimpan di bank, padahal banyak fakir miskin dan anak-anak yatim berjuang untuk hidup terlantar di jalanan… Tak cukup bagiku rumah yang megah bak istana ku bangun, namun berjuta orang-orang jompo dan janda-janda tua hidup di bawah kolong jembatan dan persimpangan jalan…” Air mata ini menetes tanpa kurasa…
Kulihat realita hidup yang sangat canggung kurasakan, berjuta anak-anak di Negri yang kaya-raya ini terlantar, tidak bias sekolah karena haknya dirampas oleh pejabad-pejabat pemerintah yang mementingkan perutnya sendiri… Langkahku gontai menelusuri trotoan itu, tak terasa aku sudah sampai disebuah gedung serbaguna itu… Dan aku mulai memasukinya, aku terkejud saat melihat semua orang di dalam gedung itu masih duduk asik melihat film-film orang sukses yang sedang di putar, namun hatiku berbalik dengan semua yang aku lihat dalam ruangan ini…
Aku teringat sebuah ucapan yang pernah disampaikan ayahku sewaktu beliau masih hidup (Allohumma firlahu) “Nak… Nak ketahuilah, sesungguhnya segala sesuatu yang baik itu harus dimulai dengan niat yang baik, cara yang baik dan proses yang benar, karena kamu tidak bias mencampur air susu dengan air selokan” Kata-kata itu sering aku ingat, walau begitu dari dulu aku tidak pernah mengerti maksud kata-kata itu, tapi mungkin hari ini aku telah menemukan jawabannya dan mulai mengerti… Serentak aku berdiri dan mengambil tasku kemudian aku pergi meninggalkan tempat itu... Dalam hitungan lankahku, aku berdoa “Ya Allah… Jadikan jalan yang aku pilih ini jalan yang terbaik untukku dan Engkau meridloinya… Berikanlah aku harta yang bias menambah keimanan dan ketaqwaanku pada-Mu dan menambah kecintaanku pada Rosul-Mu… Amin…”
Hari mulai gelap, mendung berarak menyelimuti sore ini pandanganku pun mulai gelap bertanda malam akan datang… Aku melangkah mengikuti arah pulang berharap hari ini lebih baik dari hari kemaren dengan beberapa ilmu dan pelajaran berharga yang ku peroleh hari ini… Wallohu ‘muwaffiq ila aqwamit thoriq… Amin…
"Sejauh itu kita menatap cakrawala sedekat itu kita bias melihat keindahannya. Tak ada kesempurnaan ilmu untuk kita capai karena dialektika adalah keniscayaan dalam proses pencarian kebenaran. Sedangkan membaca adalah jendela pengetahuan, dan ilmu pengetahuan adalah buku yg begitu sulit untuk dipahami, jika kita hanya membacanya maka kita hanya tau lembaran pertama saja maka pelajari dan pahamilah..." Syarif AS.
Sabtu, 09 April 2011
Jumat, 08 April 2011
AKU HARUS MENINGGALKANNYA DI SINI
Pagi ceria, burung berterbangan mnyambut datangnya mentari...
Sungguh pagi ini begitu indah, seperti senyum pulasnya yang menghias kepolosannya...
Sejuk kurasakan nafas pagi ini sesejuk embun yg melekat di permukaan dedaunan, namun perlahan kesejukan mulai beranjak pergi meninggalkan pagi... Berganti pancaran cahaya sinar mentari waktu dzuha ini...
Tak ku sangka ahirnya perpisahan ini trerjadi... Begitu berat aku melepasnya, hingga sangat sulit bagiku mengungkapkan perasaan ini dengan kata-kata, hanya air mata ini yang bisa menguraikannya tanpa ku terasa... Aku harus bisa...!!! Walau bagaimanapun aku harus tetap meninggalkannya disini... Maafkan Aq cintaku, aku kan pergi sejenak untuk kebaikanmu...
Semoga kau bisa bahagia disini dan jangan kau hapus keceriaan serta canda tawamu...
Assalamu'alaikum... Ujarku, ku dengar lirih semua orang-orang disitu menjawab salamku, aku mulai berlalu meninggalkan tempat itu... Terasa berat sepeda motor ini melaju, mungkin karena perasaanku yang sulit untuk meninggalkannya... tak ingin aku menoleh kebelakan, karena hanya akan membuat hatiku semakain sedih.... Saat aku pergi tak sempat aku melihat wajahnya, namaun bayangannya menghantui penglihatanku...
Dalam perjalanan pulang suasana hatiku begitu kacau, serasa hati ini tercabik-cabik oleh silet air mata ini terus berlinang tak henti... Dalam hati aku berdoa "Ya Allah... Jagalah dia karena aku tak bisa menjaganya seperti Engkau menjaganya... Ya Allah... Aku tak ingin mengembalikan titipan-Mu tapi, aku pasrahkan dia pada-Mu karena hanya engkau tempat berpasrah diri... Ya Allah... Ampunilah aku, jika aku tak bisa menjadi seseorang yang baik untuknya... Ya Allah... Kabulkanlah doaku... Amin... Amin..."
Cintaku suatu saat aku akan kembali menjemputmu, saat semua asa mulai ku gapai... Saat semua orang-orang tak lagi meremehkanku... Saat semuanya yakin kalau aku mampu... Saat semuanya percaya jika jalan yang aku tempuh itu benar... Saat semua mata tertuju padaku heran... Ini semua hanya untukmu karena kau yang membuat aku terbangun saat aku terjatuh... Kau yang menaburkan asa dalam hatiku... Kau yang menghias senyum kecilku kala aku bersedih... Kau adalah anugrah ter indah yang Allah titipkan untukku...
Sepedaku melaju menuju kota Malang, hujan deras mengguyur kota itu... Dingin kurasankan di seluruh tubuhku namun semua itu tak menghentikanku tuk melajukan sepeda motorku lebih cepat lagi... Tanpa aku sadari aku sudah memasuki kota itu, dari tadi aku hanya melamun terbawa perasaan yang sedih... Saat aku tida dirumahku semuanya berbeda, seakan rumahku gelap, suram tak bercahanya... Sampai malam ini perasaanku sedih karena wajahnya masih mengikutiku... Cintaku selamat tidur, semoga kau selalu berada dalam lindungan Allah dan sehat wal afiyah... Amin... Amin... Ma'al hubbi min daril qolbii...
Sungguh pagi ini begitu indah, seperti senyum pulasnya yang menghias kepolosannya...
Sejuk kurasakan nafas pagi ini sesejuk embun yg melekat di permukaan dedaunan, namun perlahan kesejukan mulai beranjak pergi meninggalkan pagi... Berganti pancaran cahaya sinar mentari waktu dzuha ini...
Tak ku sangka ahirnya perpisahan ini trerjadi... Begitu berat aku melepasnya, hingga sangat sulit bagiku mengungkapkan perasaan ini dengan kata-kata, hanya air mata ini yang bisa menguraikannya tanpa ku terasa... Aku harus bisa...!!! Walau bagaimanapun aku harus tetap meninggalkannya disini... Maafkan Aq cintaku, aku kan pergi sejenak untuk kebaikanmu...
Semoga kau bisa bahagia disini dan jangan kau hapus keceriaan serta canda tawamu...
Assalamu'alaikum... Ujarku, ku dengar lirih semua orang-orang disitu menjawab salamku, aku mulai berlalu meninggalkan tempat itu... Terasa berat sepeda motor ini melaju, mungkin karena perasaanku yang sulit untuk meninggalkannya... tak ingin aku menoleh kebelakan, karena hanya akan membuat hatiku semakain sedih.... Saat aku pergi tak sempat aku melihat wajahnya, namaun bayangannya menghantui penglihatanku...
Dalam perjalanan pulang suasana hatiku begitu kacau, serasa hati ini tercabik-cabik oleh silet air mata ini terus berlinang tak henti... Dalam hati aku berdoa "Ya Allah... Jagalah dia karena aku tak bisa menjaganya seperti Engkau menjaganya... Ya Allah... Aku tak ingin mengembalikan titipan-Mu tapi, aku pasrahkan dia pada-Mu karena hanya engkau tempat berpasrah diri... Ya Allah... Ampunilah aku, jika aku tak bisa menjadi seseorang yang baik untuknya... Ya Allah... Kabulkanlah doaku... Amin... Amin..."
Cintaku suatu saat aku akan kembali menjemputmu, saat semua asa mulai ku gapai... Saat semua orang-orang tak lagi meremehkanku... Saat semuanya yakin kalau aku mampu... Saat semuanya percaya jika jalan yang aku tempuh itu benar... Saat semua mata tertuju padaku heran... Ini semua hanya untukmu karena kau yang membuat aku terbangun saat aku terjatuh... Kau yang menaburkan asa dalam hatiku... Kau yang menghias senyum kecilku kala aku bersedih... Kau adalah anugrah ter indah yang Allah titipkan untukku...
Sepedaku melaju menuju kota Malang, hujan deras mengguyur kota itu... Dingin kurasankan di seluruh tubuhku namun semua itu tak menghentikanku tuk melajukan sepeda motorku lebih cepat lagi... Tanpa aku sadari aku sudah memasuki kota itu, dari tadi aku hanya melamun terbawa perasaan yang sedih... Saat aku tida dirumahku semuanya berbeda, seakan rumahku gelap, suram tak bercahanya... Sampai malam ini perasaanku sedih karena wajahnya masih mengikutiku... Cintaku selamat tidur, semoga kau selalu berada dalam lindungan Allah dan sehat wal afiyah... Amin... Amin... Ma'al hubbi min daril qolbii...
Nyanyian Cinta-Mu dalam HatiQ
Malam yg indah walau Engkau tak mau
menemuiQ kembali...
Biarlah Kidung Cinta ini ku alunkan tanpa irama Rindu-Mu...
Ku kan menari dalam altar Cinta-Mu dan bersujud dalam mihrab ini hingga Engkau mau menemuiQ..
Biarkan suaraQ sampai di ujung kaki langit dan mencoba mengetuk pintu Arsy dan Kursi-Mu...
Tak pernah puas aku ingin selalu bersua dengan-Mu...
Karena tak ada Obat yg bisa menyembuhkan penyakit RinduQ, kecuali pertemuan denganMu...
Tak peduli walau semua orang mengatakan Aq gila karena Cinta-Mu...
Karena dengan separuh Cinta ini Aq bisa hidup dalam kedamaian kasih-Mu...
Jadikan Cintaq seperti Cinta Quasy kepada Laila Majnun, hingga kematianpun tak bisa memisahkanQ dengan-Mu...
Jadikan semua pandanganQ hanya tertuju pada bayangan-Mu, hingga tak ada satupun yg aku liat kecuali diri-Mu...
Mabukkan aku dengan anggur Cinta-Mu, hingga jiwaQ melayang tak berbatas dalam ketinggian sifat-sifat-Mu...
Jika kesempurnaan itu bisa ku dapat hanya dengan hela nafasQ ini, maka cabutlah RuhQ ini dalam Cinta dan Ridlo-Mu..
Karena tak ada lagi tujuan dalam hidup dan matiQ melainkan hanya pertemuan dengan-Mu...
"Ilahii anta maqshudii waridloka mathlubi, 'athinii mahabbataka wa ma'rifataka..."
Alangkah indahnya nyanyian-Mu ketika memanggilQ... "Ya ayyetuhan nafsul muthma innah, irji'ii ila robbiki rodhiyatan mardhiyyah fatkhulii fii 'ibadii wad hulii jannatii..." Jika sampai waktuQ tak perlu Kau ragu, seduh sedan itu...
menemuiQ kembali...
Biarlah Kidung Cinta ini ku alunkan tanpa irama Rindu-Mu...
Ku kan menari dalam altar Cinta-Mu dan bersujud dalam mihrab ini hingga Engkau mau menemuiQ..
Biarkan suaraQ sampai di ujung kaki langit dan mencoba mengetuk pintu Arsy dan Kursi-Mu...
Tak pernah puas aku ingin selalu bersua dengan-Mu...
Karena tak ada Obat yg bisa menyembuhkan penyakit RinduQ, kecuali pertemuan denganMu...
Tak peduli walau semua orang mengatakan Aq gila karena Cinta-Mu...
Karena dengan separuh Cinta ini Aq bisa hidup dalam kedamaian kasih-Mu...
Jadikan Cintaq seperti Cinta Quasy kepada Laila Majnun, hingga kematianpun tak bisa memisahkanQ dengan-Mu...
Jadikan semua pandanganQ hanya tertuju pada bayangan-Mu, hingga tak ada satupun yg aku liat kecuali diri-Mu...
Mabukkan aku dengan anggur Cinta-Mu, hingga jiwaQ melayang tak berbatas dalam ketinggian sifat-sifat-Mu...
Jika kesempurnaan itu bisa ku dapat hanya dengan hela nafasQ ini, maka cabutlah RuhQ ini dalam Cinta dan Ridlo-Mu..
Karena tak ada lagi tujuan dalam hidup dan matiQ melainkan hanya pertemuan dengan-Mu...
"Ilahii anta maqshudii waridloka mathlubi, 'athinii mahabbataka wa ma'rifataka..."
Alangkah indahnya nyanyian-Mu ketika memanggilQ... "Ya ayyetuhan nafsul muthma innah, irji'ii ila robbiki rodhiyatan mardhiyyah fatkhulii fii 'ibadii wad hulii jannatii..." Jika sampai waktuQ tak perlu Kau ragu, seduh sedan itu...
Rabu, 06 April 2011
Maaf dan terimakasihku untukmu Ibu
Ibu...
Maafkan Aku, bila Aku belum bisa menjadi anak yang berbakti...
Maafkan Aku, bila Aku tak pernah ada saat kau butuhkan...
Maafkan Aku, jika Aku tidak bisa mnjadi seperti yang kau harapkan...
Maafkan aku atas semua kesalahan yang selalu ku perbuat…
Ibu...
Terimakasih atas Cinta dan Kasih sayangmu yang tulus untukku...
Terimakasih atas Doa yang selalu kau panjatkan untukku...
Terimakasih atas Kesabaranmu yang tak pernah bosan mengajariku...
Terimakasih atas semua Pengorbananmu padaku, mulai aku masih bayi samapai saat ini hingga aku mengeti akan ketulusan Cintamu….
Ibu…
Kau adalah cahaya dalam hidupku…
Kau adalah lentra penerang langkahku…
Kau adalah tempat berpegang saat aku terjatuh…
Kau adalah mimpi indah saat tidur dan bangunku…
Ibu kau adalah segalanya bagiku, karena engkau adalah anugrah terindah dalam hidupku…
Ma'al Hubb,
UmmaQ... Maafkan Aq dan terimakasih...
Maafkan Aku, bila Aku belum bisa menjadi anak yang berbakti...
Maafkan Aku, bila Aku tak pernah ada saat kau butuhkan...
Maafkan Aku, jika Aku tidak bisa mnjadi seperti yang kau harapkan...
Maafkan aku atas semua kesalahan yang selalu ku perbuat…
Ibu...
Terimakasih atas Cinta dan Kasih sayangmu yang tulus untukku...
Terimakasih atas Doa yang selalu kau panjatkan untukku...
Terimakasih atas Kesabaranmu yang tak pernah bosan mengajariku...
Terimakasih atas semua Pengorbananmu padaku, mulai aku masih bayi samapai saat ini hingga aku mengeti akan ketulusan Cintamu….
Ibu…
Kau adalah cahaya dalam hidupku…
Kau adalah lentra penerang langkahku…
Kau adalah tempat berpegang saat aku terjatuh…
Kau adalah mimpi indah saat tidur dan bangunku…
Ibu kau adalah segalanya bagiku, karena engkau adalah anugrah terindah dalam hidupku…
Ma'al Hubb,
UmmaQ... Maafkan Aq dan terimakasih...
Senin, 04 April 2011
Rindu
Sepi…
Seperti tak ada kebahagiaan di saat2 kesepiaan...
Yang Q Tunggu Tak kunjung datang…
Yang Q Tunggu Tak kunjung datang…
Biarlah Rasa RinduQ Hilang bersama waktu…
Sepeti ombak yg tak beriak...
Seperti angin yg tak bertiup...
Hampa, bagai hidup di angkasa...
Seperti Kidung yg tak ber-irama...
Seperti melodi yg tak berdawai...
Rindu mengapa kau datang dan pergi bagai Sang Bayu...
Bisa Aq rasakan sesakx namun tak pernah terlihat bayangx...
Rindu kau bagai sembilu yg menusuk Kalbu...
Seperti angin yg tak bertiup...
Hampa, bagai hidup di angkasa...
Seperti Kidung yg tak ber-irama...
Seperti melodi yg tak berdawai...
Rindu mengapa kau datang dan pergi bagai Sang Bayu...
Bisa Aq rasakan sesakx namun tak pernah terlihat bayangx...
Rindu kau bagai sembilu yg menusuk Kalbu...
Rindu ini mulai beranjak pergi krn malam telah menjemputQ tuk mnemux...
Kidung cinta itu telah lantunkan oleh bintang2 dan bulan hati itu... Rasa RinduQ mulai melebur bersama dengan Aysan yg datang menyapaQ...
Kidung cinta itu telah lantunkan oleh bintang2 dan bulan hati itu... Rasa RinduQ mulai melebur bersama dengan Aysan yg datang menyapaQ...
Seperti itu lah jarak menjadi rantai yg mmbelenggu...
Namun buatQ jarak dan waktu ini bukanlah pemisah CintaQ padax, melainkan adalah jembatan Rindu yg syahdu...
Rindu kau buat Aq pilu...
Rindu kau jadikan Aq bianglalamu...
Rindu asaQ akan mu telah menyatu...
Rindu... Rindu... Rindu... Aq Rindu padamu Rindu...
Namun buatQ jarak dan waktu ini bukanlah pemisah CintaQ padax, melainkan adalah jembatan Rindu yg syahdu...
Rindu kau buat Aq pilu...
Rindu kau jadikan Aq bianglalamu...
Rindu asaQ akan mu telah menyatu...
Rindu... Rindu... Rindu... Aq Rindu padamu Rindu...
DoaQ untuk Syarifah Khodijah
DoaQ untukmu selalu....
Ya Allah… Persatukan mereka dalam Cinta-Mu…
Jadikan acara Khithbah yang mereka laksanakan, awal yg baik untuk mencari Ridlo-Mu…
Jadikan dia yang terbaik untuknya, yang telah Engaku kirim tuk mendampinginya kelak dalam ikatan pernikahan yg suci…
Ya Allah… Persatukan mereka dalam Cinta-Mu…
Jadikan acara Khithbah yang mereka laksanakan, awal yg baik untuk mencari Ridlo-Mu…
Jadikan dia yang terbaik untuknya, yang telah Engaku kirim tuk mendampinginya kelak dalam ikatan pernikahan yg suci…
Rabu, 09 Februari 2011
JADIKAN N.G.I.H.H.U.I-MU BERARTI
JADIKAN N.G.I.H.H.U.I-MU BERARTI
Dari gubuk Phereng hadirmu membekas asa, memberikan arti sebuah kebersamaan…
Di puncak Bukit Bintang, terlintas di benakku huruf-huruf tak bermakna itu, jauh dalam relung jiwaku…
Di pesisir pantai Tanjung Kodok, mulai aku berfikir sebuah kata yang sering di ucapkan sahabat-sahabatku, namun aku hanya bisa diam dan berharap kata itu teruraikan…
Di bawah derasnya curah air Coban Talun, mulai kutemukan arti sahabat dalam kata itu…
“N.G.I.H.U.I” begitu Indah kata itu ku dengar…
Kebersamaan….
Kaih sayang…
Kangen…
Tertawa…
Menangis…
Dalam bingkai persahabatan terangkai kata-kata itu dalam “N.G.I.H.U.I”, kata ini semakin lekat menggores kalbu, melahirkan asa dalam anganku…
Dengan “N.G.I.H.U.I” kami saling mengerti, saling berbagi, mengisi kekurangan dan menyampaikan uneg-uneg di hati yang bahkan tidak terlintas dalam fikiran kami untuk diucapkan…
“N.G.I.H.U.I” mengajari kami arti bahagia dan persahabatan, kebahagiaan itu bukan tertawa, bersenang-senang dan mencari kepuasan lahiriyah saja… Kebahagiaan bukan materi, kebahagian tidak seperti sebagian orang fikirkan…
Sahabat bukan untuk dimengerti tapi coba mengertilah, juga bukan meminta tapi memberi dan berbagi. “N.G.I.H.U.I” aku ingin berbagi hati dengan mu, berbagi semua yang aku miliki. Agar aku bias menggapai mimpi dan menemukan arti…:
“Kebersamaan” tuk salaing berbagi…
“Kasih sayang” tuk menemukan esensi…
“Kangen” akan kebersamaan ini…
“Tertawa” inilah arti derita…
“Menangis” inilah arti bahagia…
Buatlah hidupmu berarti untuk sahabat-sahabatmu, tulislah kebersamaan itu agar suatu saat nanti kau bisa tersenyum bila kau mengingatnya…
Malam boleh berlalu, siang pun boleh pergi, hari berganti bulan, bulan berganti tahun. Hari, bulan, dan tahun semuanya boleh pergi meninggalkanku, tapi kenangan indah ini tetap tersimpan dalam hati…
Lewat coretan ini aku ingin ucapkan satu kata untukmu sahabat-sahabatku “N.G.I.H.U.I” forever
Malang, 07-02-2011
By. Syarif AS “N.G.I.H.U.I”
Dari gubuk Phereng hadirmu membekas asa, memberikan arti sebuah kebersamaan…
Di puncak Bukit Bintang, terlintas di benakku huruf-huruf tak bermakna itu, jauh dalam relung jiwaku…
Di pesisir pantai Tanjung Kodok, mulai aku berfikir sebuah kata yang sering di ucapkan sahabat-sahabatku, namun aku hanya bisa diam dan berharap kata itu teruraikan…
Di bawah derasnya curah air Coban Talun, mulai kutemukan arti sahabat dalam kata itu…
“N.G.I.H.U.I” begitu Indah kata itu ku dengar…
Kebersamaan….
Kaih sayang…
Kangen…
Tertawa…
Menangis…
Dalam bingkai persahabatan terangkai kata-kata itu dalam “N.G.I.H.U.I”, kata ini semakin lekat menggores kalbu, melahirkan asa dalam anganku…
Dengan “N.G.I.H.U.I” kami saling mengerti, saling berbagi, mengisi kekurangan dan menyampaikan uneg-uneg di hati yang bahkan tidak terlintas dalam fikiran kami untuk diucapkan…
“N.G.I.H.U.I” mengajari kami arti bahagia dan persahabatan, kebahagiaan itu bukan tertawa, bersenang-senang dan mencari kepuasan lahiriyah saja… Kebahagiaan bukan materi, kebahagian tidak seperti sebagian orang fikirkan…
Sahabat bukan untuk dimengerti tapi coba mengertilah, juga bukan meminta tapi memberi dan berbagi. “N.G.I.H.U.I” aku ingin berbagi hati dengan mu, berbagi semua yang aku miliki. Agar aku bias menggapai mimpi dan menemukan arti…:
“Kebersamaan” tuk salaing berbagi…
“Kasih sayang” tuk menemukan esensi…
“Kangen” akan kebersamaan ini…
“Tertawa” inilah arti derita…
“Menangis” inilah arti bahagia…
Buatlah hidupmu berarti untuk sahabat-sahabatmu, tulislah kebersamaan itu agar suatu saat nanti kau bisa tersenyum bila kau mengingatnya…
Malam boleh berlalu, siang pun boleh pergi, hari berganti bulan, bulan berganti tahun. Hari, bulan, dan tahun semuanya boleh pergi meninggalkanku, tapi kenangan indah ini tetap tersimpan dalam hati…
Lewat coretan ini aku ingin ucapkan satu kata untukmu sahabat-sahabatku “N.G.I.H.U.I” forever
Langganan:
Postingan (Atom)





